Globlisasi menciptakan dunia tanpa batas di berbagai sektor tak terkecuali komunikasi. Dahulu untuk mengabarkan berita dari satu tempat ke tempat yang lain apalagi dengan jarak yang berjauhan terasa begitu lama, namun ketika modernisasi dalam bidang teknologi berkembang, maka yang lama akan menjadi cepat dan yang jauh akan menjadi dekat. Globalisasi menciptakan bentuk kemoderenan dimana Globalisasi, modernisasi, dan kapitalisme berada dalam satu jalur yang mengarahkan masyarakat pada kehidupan yang hedonis dan materialistis melalui komoditas yang melimpah ruah yang merupakan hasil dari Industrialisasi yang makin tumbuh dengan subur. Proses globalisasi selalu diiringi oleh penyebab kapitalisme yang dipandang sebagai kekuatan dalam kehidupan masyarakat yang hedonisme dan materialistis sehingga, dapat dikatakan bahwa globalisasi juga mengarahkan kehidupan masyarakat pada pola-pola konsumtif yang semakin merebak dalam masyarakat.
Perkembangan teknologi internet yang pesat telah menciptakan kemudahan tersendiri bagi kehidupan manusia yang melek teknologi. Dahulu internet hanya bisa diakses lewat PC yang dihubungakan dengan konektor via modem, namun seiring kemajuan alat komunikasi, HP juga dapat digunakan untuk berkoneksi dengan internet, namun disini hanya HP yang mendukung fasilitas GPRS yang dapat digunakan untuk mengaksesnya.
Kita lihat saja data rumah tangga pengguna HP, Pada 2005 lebih dari separo RT yang mempunyai HP ternyata 43%-nya mempunyai nomor HP lebih dari 1, sedangkan pada 2006 dari 60% RT yang memiliki HP, sekitar 48%-nya memiliki nomor HP lebih dari 1. Hal ini menunjukan bahwa DKI Jakarta merupakan wilayah dengan pengguna HP yang sangat potensial pasarnya.
HP saat ini merupakan alat komunikasi yang sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan dan sudah merasuki berbagai lapisan sosial masyarakat, mulai dari anak kecil sampai orang berumur, kelas ekonomi yang rendah sampai tinggi, bahkan dari anak TK sampai mashasiswa mulai merasakan ketergantungan terhadap HP. Kebutuhan akan HP bagi tiap kalanganpun berbeda-beda ada yang hanya digunakan untuk bertelepon, sms, mendengarkan musik, atau hanya sekedar ajang pamer karena memiliki HP yang terbaru.
HP dengan fasilitas GPRS memungkinkan mendownload sesuatu misalnya music palayer, video, picture, game atau aplikasi-aplikasi yang lain. selain browsing di internet dengan menggunakan HP yang paling banyak dilakukan setelah itu adalah chatting via Hp.
Makin banyaknya aplikasi chatting yang merebak di kalangan remaja dan dewasa tentu saja membuat orang banyak menggunakannya apalagi chatting via Hp lebih mudah dibawa kemana-mana daripada dengan menggunakan PC .Salah satu aplikasi yang banyak digunakan oleh kalangan remaja dan dewasa dibawah tiga puluhan pada chatting via HP adalah Migg33, Mxit, YehBa, eBuddy, qeep, Nimbuzz, dsb. Aplikasi tersebut selain murah juga mudah didapatkan dengan cara mendownload ke situs penyedia bahkan ada juga aplikasi yang dapat menghubungakan dengan situs chatting pada situs web misal Yahoo massenger, facebook, MSN, AIM, google talk, dsb.
Maraknya para pemakai teknologi internet khususnya chatting via Hp akhirnya telah menimbulkan komunitas sosial tersendiri bagi pemakainya dan hal itu juga terjadi di kalangan mahasiswa. Chatting bagi mereka sudah menjadi kebutuhan seperti makan, minum atau bahkan ibadah sekalipun. Kebutuhan tersebut akhirnya sangat sulit untuk ditinggalkan dan akhirnya menjadi ketergantungan bagi penggunanya..
Dalam situs www.mig33.com menyebutkan jumlah user aktif di Indonesia mencapai 20 juta pengguna, terbanyak di dunia. Dari data yang berhasil didapat anggota komunitas room Solo Im3 ada 60 anggota yang terdaftar pada gelombang pertama. Dari data BISKOM : Mitra Komunikasi Telematika (www.biskom.web.id) yang ditulis pada 5 september 2008 pengguna aplikasi Nimbuzz sejak direlease pada 13 Mei, telah terjadi peningkatan hingga 30 % perbulan, terhitung hingga akhir agustus 2008. sedangkan berdasarkan survey yang dilakukan selama pertengahan Mei hingga Juli oleh Nimbuzz peningkatan pengguna di Indonesia mencapai 130 ribu orang dengan komposisi sekitar 6% pengguna PC dan hampir 91% pengguna menggunakan aplikasi melalui ponsel. Menurut Evert Jaap Lught pendiri dan CEO Nimbuzz mengatakan berdasarkan survey Nimbuzz berdasarkan segmen demografi yaitu, 87% pria, 70 % usia 19-34 tahun, 60% lajang, 65% lulusan universitas, 47% para pekerja dan 36% adalah pelajar.
Melihat hal itu wajar jika pengguna komunikasi HP di Indonesia merupakan pangsa pasar yang besar bagi aplikasi-aplikasi chatting tersebut hal itulah yang diungkapakan oleh CEO Mig33 Steven Goh dan CEO Nimbuzz Evert Jaap. Fasilitas-fasilitas yang ditawarkan dari tiap-tiap aplikasi chattting pun berbeda-beda masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri atau juga tergantung kesenangan tiap individu pemakai.
Pada zaman sekarang manusia bisa melakukan interaksi dimanapun saja baik secara langsung atau tidak langsung, semua bisa ditembus oleh manusia tanpa ada batas-batasannya. Berdasarkan latar belakang maka kami ingin mengangkat sebuah fenomena yang ada di kampus dimana pada saat ini terlihat banyak para mahasiswa yang banyak mempunyai handphone dengan merek dan tipe yang beragam. Karena dunia chatting-an hanya dapat dilakukan dengan menggunakan handphone yang sudah dilengkapi aplikasi fasilitas chatting, dan butuh pulsa yang banyak jadi dapat dikatakan bahwa chatting adalah gaya hidup para mahasiswa dikalangan menengah keatas. Karena setiap para mahasiswa yang bermain chatting dalam 24 jam sehari bisa menghabiskan biaya sampai dengan lima ribu rupiah. Pada saat jam kuliah berlangsungpun banyak para mahasiswa yang secara sembunyi-sembunyi lebih asyik bermain chatting-an dibandingkan dengan mendengarkan dosen menyampaikan materi. Sehingga secara tidak langsung chatting-an lewat via handphone ini dapat mengganggu proses belajar dan akademik mahasiswa. Para mahasiswa ke kampus hanya digunakan sebagai tempat bermain nongkrong atau saja, tidak menggunakan kampus sebagai fungsinya layaknya lembaga akademik. Hal yang sama juga terlihat dikos atau dirumah, banyak dari mereka yang menggunakan waktu luangnya untuk berchat ria dibandingkan dengan membaca buku. Suatu aktivitas yang dapat menyebabkan kecaduan di kalangan penggunanya.
Dari latar belakang tersebut disini penulis mencoba menghadirkan suatu fenomena yang terjadi di kalangan mahasiswa, “mengapa mereka lebih menyukai chatting via handphone? dibandingkandengan komputer atau seperti zaman dimana handphone belum banyak seperti ini apakah hal itu akibat dari konsumerisme yang menciptkan gaya hidup borjuis di kalangan mahasiswa ?
Dengan Mengambil informan mahasiswa UNS sebagai subjek penelitian, disini penulis mengambil teknik observasi partisipan dan wawancara yang dilakukan baik lewat chatting maupun tatap muka.
B. Handphone Sebagai Media Komunikasi
Di era serba canggih seperti saat ini, rasanya ada yang kurang seandainya kita tak punya handphone. Memang manusia tak akan mati hanya gara-gara tak punya handphone. Tapi benda mati yang satu ini telah menyebabkan demikian banyak manusia mengalami ketergantungan kronis. Handpone adalah sebuah teknologi yang jauh lebih fleksibel daripada telepon rumah, karena ia tanpa kabel dan bisa dibawa ke mana-mana.
Tapi manusia adalah makhluk yang tak pernah puas. Rasanya ada yang kurang jika handphone hanya bisa dipakai untuk menelepon dan ber-SMS ria. Tentu asyik jika lewat handphone kita juga bisa mendengarkan siaran radio, memutar MP3, main game, bahkan menonton acara televisi. Maka, fungsi handphone pun kini bergeser jauh. Ia tidak lagi sekadar mempermudah komunikasi manusia. Handphone masa kini adalah sebuah produk teknologi yang memanjakan gaya hidup dan keinginan manusia yang tak ada habis-habisnya. Kian hari, kian banyak orang yang memiliki handpone. Handphone bukan lagi barang mewah, tapi telah berubah menjadi benda yang amat dibutuhkan, bahkan oleh tukang ojek dan kuli bangunan sekalipun.
Handphone kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup manusia. Padahal fungsi utamanya hanya untuk mempermudah urusan komunikasi. Menurut Toffler dalam buku karangan wahyudi kumoroto dan Subandono Agus margono menyebutkan bahwa peradaban yang pernah dan sedang dijalani oleh umat manusia terbagi tiga gelombang. Gelombang pertama adalah gelombang dimana tahapan manusia ditandai dengan peradaban agraris dan pemanfaatan energi terbarukan (8000 sebelum masehi – 1700). Gelombang kedua ditandainya dengan munculnya revolusi industri (1700 – 1970-an). Dan gelombang terakhir adalah peradaban yang didukung dengan kemajuan teknologi informasi, pengolahan data, penerbangan, aplikasi luar angkasa, bioteknologi dan computer.
Saat ini, berdasarkan realitas yang ada, sudah jelas bahwa kita berada pada gelombang ketiga, dimana kita hidup di zaman yang ditopang oleh kemajuan teknologi informasi yang memicu terjadinya ledakan informasi. Ledakan informasi yang terjadi membawa berubahan besar dalam kehidupan umat manusia. Kita telah mengalami masa peralih dari masyarakat industri menjadi masyarakat informasi.
Informasi saat ini menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia, baik itu individu maupun institusi. Informasi ikut berperan dalam menentukan keberhasilan seseorang dan institusi. Mahasiswa dan pelajar sangat memerlukan informasi untuk mendukung sukses belajar dan kegiatan penelitiannya. Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa masyarakat saat ini adalah masyarakat informasi. Hal ini dapat dilihat dari posisi stragegis informasi itu sendiri bagi kehidupan masyarakat serta sikap masyarakat dalam memberlakukan informasi. Teknologi informasi dan komunikasi ikut andil dalam pembentukan masyarakat.
Perkembangan teknologi computer, internet, handphoene, serta produk-produk komunikasi serta semakin majunya dunia broadcasting menyebabkan informasi dapat didistribusikan dengan mudah, cepat dan tepat. Waktu dan letak geografis tidak lagi menjadi masalah dalam distribusi informasi. Informasi dapat disampaikan kepada mereka yang membutuhkan dengan kemajuan teknologi yang ada. Internet menyediakan beberapa fasilitas seperti web browser, mail, chatting yang dapat digunakan untuk menelusur informasi dari berbagai penjuru dunia dan berkomunikasi atau menyampaikan informasi kepada mereka yang butuhkan secara cepat. Produk-produk komunikasi seperti telpon, telpon genggam, personal digital asisten (PDA) juga semakin memperlancar proses distribusi informasi. Perkembangan dunia broadcasting tidak ketinggalan dalam menyampaikan informasi kepada masyrakat, dan seiring dengan harga perangkat televise dan radio yang semakin murah memungkinkan masyarakat memperoleh informasi melalui dua media tersebut.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadikan masyarakat di dunia berada dalam satu jaringan besar. Jaringan besar tersebut yang memungkinkan distribusi informasi berjalan secara cepat, tepat dan masyarakat mudah untuk mengaksesnya. Informasi dengan perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang ada saat ini menjadikan informasi layaknya produk makanan instant yang setiap saat dapat dikonsumsi. Informasi saat ini seolah-olah berada digenggaman tangan masyarakat. Laksana HP yang berada di dalam genggaman tangan.
bersambung cuyy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar