Kamis, 13 Mei 2010

Pacaran oh Pacaran....

Pacaran itu enak, pacaran itu mengasyikan, pacaran itu membuat dunia jadi bewarna, pacaran membuat kita semangat, kalo kita punya pacar liat tai pun rasanya brownis, kalo kita punya pacar maunya kelet alias ngantil bin lengket kayak umbel.... wkwkwkwkw

Yupi....begitulah suara-suara merdu kaum yang dimabuk pacaran terutama remaja-remaja yang baru mengenal “pacaran” apalagi kalo pacaran sama orang yang kita sukai. Wuuuiiiiitzzzzzzzzzzz......aku bakalan berkorban untuknya antar jemput dia kemanapun pergi, nraktir maem, mimix, nonton sampe permen juga ditraktir ckckckckkc....

Pengertian Pacaran Versi Kamus

Pacaran itu apa seh???? Pacaran itu berasal dari kata pacar yaitu pewarna kuku alami yang berasal tumbuhan dan akhiran -an yang merunjuk kata benda atau kata kerja (contohnya aja Rambutan, setopan, dudukan, dodolan, udetan, petanan dll) jadi arti pacaran menurut versi penulis adalah melakukan pewarnaan pada kuku secara alami. Nagco banget seh,,, :p Menurut kamus besar bahasa Indonisia (edisi ketiga, 2002:807) pacar itu adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih, sedangkan berpacaran adalah bercintaan atau berkasih-kasihan dengan sang pacar. Tu kamus sudah direvisi belum ya???bukannya pacar gak selalu lawan jenis, orang yang pacaran sejenis aja sudah mulai go public.

Teori Pacaran

Dosenku yang feminis pernah bilang pacaran adalah suatu bentuk kekerasan simbolik. Bagaimana dikatakan kekerasan simbolik orang bawaannya senang-senang. Gini aja dech bayangin kalo pacar (biasanya sih cewek atau bisa juga cowok yang matre) minta beliin macem-macem ini itu ngajak sini sono, bukanya diliat sang pujaan hati dompetnya tinggal gopek padahal parkirpun sudah goceng. Katanya cinta kenapa kok diporotin seh??? Sebel...sebel...sebel...hanya dikata dalam hati dilain pihak ketika mata sudah bertemu senyuman manja atau monyongan bibir 10 centi hatipun mulai tidak punya nurani tuk bilang “Tidakkkkkkkkkkkkkkk” yang pacarnya kaya mah enak tinggal minta dibeliin (padahal tuh uang juga dari Bonyoknya) tapi yang kere kasihan banget kan harus pake utang-piutang buat nutupin kemonyongan bibir pacarnya. Itupun hanya dalam hati saja karena merupakan suatu bentuk kekerasan, sang pacar minta kiss bukanya itu merupakan bentuk kekerasan. Apa hak bagi individu yang berpacaran untuk minta dibelikan ini dan itu?? Padahal mereka tidak terikat dalam naungan hukum yang berlaku yaitu hukum agama atau negara.

Teori four years itch hasil karyanya antropolog mbah Helen Fisher bahwa kasus-kasus perceraian itu timbul setelah 4 tahun masa perkawinan. Coba dech renungin, itu aja yang da nikah apalagi kalo pacaran. (kalo bisa sih menikah sekali seumur hidup ya paq buq?) Ni resep dari temanku cowok tapi please jangan ditiru broo dosa loh!! ( itu mah kalo ingat tentang dosa)

Satu bulan pertama harus nunjukin sifat-sifat terbaik kita biar sang pujaan hati makin kesengsem meskipun harus pake topeng berkarat sekalipun neper mind, bulan kedua setelah dia mulai semakin tersepsona pacaran harus bisa pegang-pegangan tangan yah gak masalah meskipun tangan si doi kasar setidaknya kan ada transferan energi panas tubuh ku ke dalam dirinya (Preeeeeeeeeeeet), bulan ketiga kalo da pegang-pegangan tangan saatnya minta kissing (merona boxx ane dengernya) dan bulan selanjutnya setelah semuanya “yes” alias lampu ijo kayak tol nyaris tanpa hambatan mulailah pegang sane sini yang gak bisa diliat publik (tau maskudnya kan brooo). Tapi semuanya tergantung dari individu yang menerapkannya HASIL DARI TIAP ORANG BERBEDA TERGANTUNG NAPSONG DAN PENGALAMAN wkwkwkkwkkw.........................Kalo dua bulan belum dapat apa-apa langsung deh mending putusin tuh cewek.... (tobatlah sob sebelum telat.... hikz****)

Pacaran sendiri merupakan bentuk “cinta yang romantis”, menurut teori segitiga sternberg (1986) yaitu pengalaman hasrat dan intimasi tanpa komitmen. Jadi karena tidak adanya ikatan secara hukum dan agama maka dengan enaknya dapat memutuskan pacar apalagi ngurusin harta gono gini hohohoho. Dalam rangka menilai apakah seseorang itu mencintai kita atau tidak biasanya bergantung bukan hanya pada kata-kata, tapi juga tindakan namun bukan tindakan yang malah akan merusak pasangan kita. Jadi jika kamu mencintai orang maka lindungilah dia, jagalah dia, bahagiakanlah dia, jika dia lebih berbahagia dengan orang lain gak usah ngedumel berdoalah untuk kebahagiaan mereka karena cinta itu gak harus memiliki (kalimat terakhir buat adikku yg lagi blokade heart he8).

Akhir dari Tulisan

Pacaran itu hak setiap orang (meskipun dalam Islam gak ada yang namanya pacaran) terserah mau pacaran atau gak tapi setidaknya sebelum pacaran pertimbangkan dulu segi positif dan negatifnya, pertimbangkan dulu kualitas sesorang yang menjadi partner kita dalam pacaran dsb dsb. Terus terang saia sering BT jika dengar teman marahan sama pacarnya sampai keluar kerikil-kerikil air mata ataupun yang habis ditampar sampai bengkak kayak gajah (OMG) tolong liat aku???mau dibawa kemana hubungan kita???.kutak akan terus jalani tanpa ada ikatan pasti antara kau dan aku. ( Mz Armada nyuwun pundut syairnya ya.....J). dan tentunya saia disini tidak akan menghakimi bagi siapa yang sedang berpacaran atau yang mau berpacaran, ataupun yang ingin pacaran setelah nikah, dan bahkan yang sama sekali gak mau semuanya. Serahkan semuanya kepada Allah hakim yang Maha Adil.





























3 komentar:

  1. sssstttt... ngethoke banget yen awkmu kie ksuwen le jd jmblo. hehe

    BalasHapus
  2. bweeeeeeeeennnnnn i dont care gak perlu cepat2 kakakqu penting itu bukan kuantitas dan kecepatannya tapi kualitasnya....

    BalasHapus
  3. halaaaaaaaaaah podo podo jomblo ajach, wis gek dadian waee:)

    BalasHapus